Persatuan Bukan Berarti Harus Sama, Festival Budaya Multi Etnis Tode Kisar Resmi Dibuka Wali Kota Kupang
- Jul 14, 2026
- RaMsteins
Kupang Kel. Tode Kisar — Semangat kebersamaan dan keberagaman mewarnai pembukaan Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar Tahun 2026 di Kecamatan Kota Lama, Senin (13/7/2026). Mengusung tema “Harmoni Dalam Keberagaman Budaya”, festival ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa budaya merupakan identitas sekaligus perekat persatuan masyarakat Kota Kupang yang majemuk. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan kegiatan budaya sebagai upaya melestarikan warisan leluhur sekaligus membangun karakter generasi muda.
“Anak-anak kita sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Karena itu, event seperti ini harus terus dilakukan agar mereka kembali mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya yang kita miliki,” ujarnya.
Menurut Christian Widodo, festival budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, tempat mempererat silaturahmi antarwarga, serta sarana menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha dan UMKM lokal.
“Event seperti ini membuat masyarakat semakin akrab, saling bersilaturahmi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM. Dampaknya bukan hanya bagi budaya, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasinya terhadap tema “Harmoni Dalam Keberagaman Budaya” yang dinilainya sangat mencerminkan wajah Kota Kupang. Menurutnya, Kota Kupang dibangun dari keberagaman suku, etnis, agama, dan budaya yang harus terus dijaga dalam semangat persatuan.
“Kota Kupang berdiri di atas keberagaman. Kita tidak bisa menyeragamkan semua orang, tetapi kita bisa hidup dalam keseimbangan dan harmoni yang indah. Persatuan bukan berarti harus sama, melainkan mampu hidup berdampingan dalam setiap perbedaan dengan saling menghargai dan saling menghormati,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa budaya bukan hanya warisan dari para leluhur, tetapi juga titipan bagi generasi mendatang.
“Budaya bukan hanya warisan dari nenek moyang, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu, kita berkewajiban menjaga dan melestarikannya dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Pembukaan Festival Budaya Multi Etnis Tode Kisar diawali dengan penampilan drumband SMA Negeri 6 Kupang yang berhasil membangkitkan antusiasme masyarakat. Selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2026, masyarakat akan disuguhkan berbagai atraksi budaya, di antaranya fashion show, Bahoruk, tarian tradisional, Foti, karnaval budaya, serta panggung hiburan yang melibatkan anak-anak, pelajar SD, SMP, SMA, hingga para pemuda Kelurahan Tode Kisar.
Sementara itu, Ketua Panitia, Jermias Arianto Mesah, menjelaskan bahwa Festival Budaya Multi Etnis merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya, sekaligus memperkuat identitas budaya Nusa Tenggara Timur yang kaya akan keberagaman etnis.
Ia menyebutkan, sejak tahun 2023 kegiatan ini telah masuk dalam Kalender Event Kota Kupang karena dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Kupang juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut Jermias, festival ini terselenggara melalui kolaborasi Pemerintah Kelurahan Tode Kisar bersama Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya, meningkatkan kreativitas masyarakat, memperkuat persatuan, serta menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda.
Pendanaan kegiatan berasal dari Pemerintah Kota Kupang melalui DPA Kecamatan Kota Lama sebesar Rp20 juta, ditambah dukungan dari para pelaku usaha dan masyarakat Kelurahan Tode Kisar.
Pembukaan festival turut dihadiri tokoh masyarakat Josia Nehemia (J.N.) Manafe, Camat Kota Lama Mohamad Adriyanto Abdul Jalil, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina M.D. Gheta, lurah, para ketua RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta berbagai unsur masyarakat yang bersama-sama menyemarakkan perayaan budaya tersebut.